Hj Linda Wati Resmi Jabat Sebagai Ketua DPRD Balangan Masa Jabatan 2024-2029

JABAT KETUA: Hj Linda Wati dari PPP resmi ditunjuk sebagai Ketua DPRD Balangan Definitif - Foto Dok DPRD Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan masa jabatan 2024-2029 telah resmi ditetapkan dalam rapat paripurna, Kamis (10/10/2024).

Hj Linda Wati dari PPP ditunjuk sebagai Ketua DPRD, sementara Muhammad Rizkan dan Syamsudin Noor masing-masing menduduki posisi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II.

Penetapan pimpinan definitif ini merupakan tindak lanjut dari perubahan surat keputusan gubernur tentang peresmian pimpinan dewan, yang disampaikan oleh Pjs Bupati Balangan, Taufik Hidayat melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Balangan, Ahmad Fauzi.

Dalam sambutannya, Fauzi menekankan bahwa perubahan adalah bagian dari dinamika pemerintahan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan kemampuan beradaptasi.

“Kami yakin, dari sini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran penting. Perubahan bisa terjadi kapan saja, tanpa harus menunggu waktu lama,” ujar Fauzi.

Menurutnya, adaptasi terhadap perubahan sangat diperlukan, baik untuk menegakkan aturan maupun demi kemaslahatan umum.

Taufik Hidayat berharap agar susunan pimpinan DPRD Balangan yang baru ini mampu menjadi motor penggerak yang lebih kuat dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Ia juga mendorong seluruh anggota DPRD untuk bekerja aktif dan optimal demi kepentingan masyarakat.

“Selamat atas kepercayaan yang telah kalian peroleh. Buktikan bahwa kalian adalah orang yang tepat untuk mengemban amanat ini dan berikan manfaat terbaik bagi masyarakat serta kemajuan Kabupaten Balangan,” tutupnya.

Dengan terbentuknya kepemimpinan definitif ini, diharapkan DPRD Balangan dapat semakin solid dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran, serta memperjuangkan kepentingan rakyat selama lima tahun ke depan.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama